You are here:
  • Home
  • Article
  • Inovasi dan Aplikasi Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri

Article : Inovasi dan Aplikasi Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri

 
 

Inovasi dan Aplikasi Untuk Indonesia yang Lebih Mandiri

 

Sejak hari pertama pelaksanaan ICS, berbagai booth peserta telah ramai disesaki pengunjung yang ingin berburu gawai terbaru.

 

Jakarta, 9 Juni 2016 – Pameran selular dan teknologi, Indonesia Cellular Show (ICS) 2016, baru saja rampung. Pameran yang menampilkan produk, layanan, kampanye dan inovasi dari para operator selular selular berikut industri pendukungnya ini ibarat magnet yang mampu menyedot perhatian masyarakat. Sejak hari pertama pelaksanaan ICS, berbagai booth peserta telah ramai disesaki pengunjung yang ingin berburu gawai terbaru. Ramainya pengunjung dipicu oleh berbagai promo yang diberikan oleh para peserta mulai dari cash back, lelang hingga diskon yang bisa mencapai 80 persen dari harga normal.


Antusiasme pengunjung dalam berburu gawai berlangsung sejak hari pertama hingga detik-detik terakhir penutupan pameran yang digelar di Hall A, Hall B, dan Hall Cendrawasih, Jakarta Convention Center. Saat ini, selain harga, kapasitas memori dan kecepatan akses Internet sebuah gawai juga menjadi pertimbangan konsumen. Konsumen membutuhkan kapasitas yang mumpuni untuk berbagai aplikasi seperti sosial media, aplikasi transportasi, peta, panduan kuliner, dan lain-lain. Aplikasi telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari hidup sebagian besar manusia saat ini.

 

Akhir tahun 2015 lalu Google merilis daftar aplikasi terbaik yang ada di Indonesia. Beberapa aplikasi tersebut antara lain Go-Jek, Traveloka, BaBe, Sebangsa, Qlue, serta Garuda Indonesia Mobile. Seluruh aplikasi ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya di bidang masing-masing dan seluruhnya bisa dinikmati dalam genggaman tangan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna gawai terbesar di dunia. Pada 2018 diperkirakan pengguna gawai di Indonesia akan mencapai 100 juta orang.

 

Yang menarik, di Asia, termasuk Indonesia, aplikasi yang paling banyak digunakan adalah aplikasi pesan singkat (instant messaging), media sosial, dan mesin pencari. Ini berarti masih banyak peluang untuk mengembangkan aplikasi di bidang lain. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pada saat membuka ICS 2016 menekankan pentingnya pengembangan aplikasi untuk mendorong pertumbuhan industri. Ia ingin agar Indonesia bisa kompetitif di sektor aplikasi ini tanpa harus menutup diri dari aplikasi buatan luar negeri. 

  

Namun di sisi lain, penetrasi Internet di Indonesia masih kalah dibanding Singapura, Malaysia, Filipina, bahkan Vietnam. Untuk memperluas jangkauan Internet, pemerintah telah menargetkan pada tahun 2019 seluruh kabupaten/kota akan terhubung dengan akses Internet. Hal ini diperkirakan akan mendorong penjualan gawai sebagai sarana yang paling banyak digunakan untuk mengakses Internet.


Indonesia Cellular Show (ICS) 2016 menjadi salah satu medium bagi konsumen untuk mendapatkan gawai dengan kecepatan akses Internet yang mumpuni. Berdasarkan catatan panitia, sejak hari pertama hingga hari terakhir, ICS 2016 dipadati oleh 138.670 ribu pengunjung.

 

Marak Hiburan

Selain diisi oleh para operator serta berbagai produk gawai dan produk pendukung, gelaran ICS 2016 juga marak dengan berbagai hiburan dan apresiasi baik kepada pengunjung maupun peserta. Para pengunjung sempat dihibur oleh grup band Nidji, Bottlesmoker, bahkan Chef Rinrin Marinka pun sempat melakukan demo masak di ICS 2016. Keseruan semakin bertambah dengan hadirnya Batmobile dan mobil dari film Mad Max yang baru pertama kali dihadirkan di ajang ICS. Tidak sedikit pula peserta yang menawarkan berbagai games seru di booth mereka selama pameran berlangsung.

 

Pada Minggu (5/6) malam, pihak penyelenggara juga telah melakukan penarikan undian doorprize bagi pengunjung. Hadiah yang bisa dimenangkan oleh pengunjung yang beruntung antara lain iPhone 6 Plus, Camera Sony Alpha A5000, dan sepeda elektrik E-Bike. Para pengunjung yang beruntung mendapatkan iPhone 6 Plus adalah Andreas Bambang P, Ruth Arsita N, Yuli Ng, dan Wellyan Benny. Sementar Camera Sony Alpha A5000 berhasil dibawa pulang oleh Alie Budi Cahaya dan Leonardus Riyan K; dan pengunjung yang mendapatkan sepeda elektrik E-Bike adalah Rusnadi T Winardi dan Denny Hartono.


Sehari sebelumnya, pihak penyelenggara telah menggelar Indonesia Cellular Show Award 2016 sebagai apresiasi kepada para peserta. Seluruh kemeriahan ini menjadi penutup sempurna ajang ICS 2016 yang membawa semangat “Digital Revolution”.



 

    Share This

  • Facebook
  • Twitter
  • Google plus
  • Instagram